Virus Corona di Balikpapan
New Normal di Balikpapan, Optimisme Baru Perusahaan Pembiayaan Kendaraan Bermotor
Adaptasi kenormalan baru atau new normal yang digalakkan pemerintah, sebagai upaya menyelamatkan kondisi sosial ekonomi.
Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Adaptasi kenormalan baru atau new normal yang digalakkan pemerintah, sebagai upaya menyelamatkan kondisi sosial ekonomi dengan tidak mengesampingkan kondisi kesehatan, rupanya belum berpengaruh signifikan.
Kata 'normal' masih disongsong. Hal ini karena masih adanya batasan-batasan yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau covid-19.
Demikian disampaikan oleh Kepala FIF Group Cabang Balikpapan Izzi Rosyidan kepada TribunKaltim.co di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: Mall di Balikpapan Dilematis Selama New Normal, Ketua APPBI Kaltim: Ramai Khawatir, Sepi Khawatir
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini, Senin 13 Juli 2020, Masuk Tengah Malam akan Ada Hujan Lokal
Termasuk perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor. PT Federal Internasional Finance atau FIF Group Balikpapan berharap dengan tahap-tahap pelonggaran aktivitas oleh pemerintah setempat, memicu optimisme baru.
"Kondisinya yang kami rasakan masih berat. Memang kita berharap dengan new normal ini, timbul optimisme baru. Harapannya ekonomi bisa bergeliat," ujar Kepala FIF Group Cabang Balikpapan Izzi Rosyidan, Senin (13/7/2020).
Izzi menyebut untuk normal seperti dulu mungkin tidaklah sama. Hal ini karena masih banyak batasan, interaksi antar manusia juga ada pembatasan, tempat publik pun belum diperbolehkan dalam jumlah massif. Pastinya akan membatasi pergerakan, sehingga secara ekonomi ikut terbatas.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Bungkil Sawit Asal Kalimantan Timur Kini Mendunia
Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru Kala Pandemi Covid-19, Kemenag Paser Sebut Ponpes Trubus Iman Bisa Ditiru
"Namun kami berharap minimal dengan new normal, bisa meningkatkan perkembangan ekonomi, daya beli masyarakat. Dengan tidak mengesampingkan masalah kesehatan," jelasnya.
Ia menyebut selama pandemi, terjadi penurunan angka permintaan kredit kendaraan bermotor yang cukup signifikan.
Alasannya bisa saja selain pengetatan aktivitas sosial ekonomi, juga karena masyarakat mendahulukan kebutuhan pangannya. Belum lagi banyak tenaga kerja yang dirumahkan. Sektor informal pun turut berdampak.
"Kami optimistis kinerja perseroan akan tumbuh seiring dengan kebijakan-kebijakan pelonggaran aktivitas yang dilakukan," tukasnya.
Selain itu, dimasa pandemi ini, FIF Group mengambil langkah memitigasi resiko pengkreditan yang macet, yakni lebih selektif dalam memberi pembiayaan. Aktivitas sales dan marketing pun lebih dikembangkan proses administrasi digital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sehat-gusi.jpg)