Berkas Perkara Dugaan Pungli Oknum ASN di Berau, 5 Kali Bolak-balik dari Penyidik ke Jaksa

Berkas perkara Kasus dugaan pungutan liar atau Pungli yang diduga dilakukan oleh oknum ASN berinisial EEH (55).

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Berau, Mosezs Sahat Reguna mengatakan terakhir dikembalikan berkas perkara pada Senin lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Berkas perkara Kasus dugaan pungutan liar atau pungli yang diduga dilakukan oleh oknum ASN berinisial EEH (55) dan penyelenggara negara berinisial TRM (47) masih proses pelengkapan berkas perkara oleh penyidik Polres Berau, Senin (7/9/2020).

Tercatat berkas perkara yang menjerat mantan camat dan kepala kampung itu telah 5 kali bolak balik dari penyidik ke Jaksa.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Berau, Mosezs Sahat Reguna mengatakan terakhir dikembalikan berkas perkara pada Senin lalu.

"Kita kembalikan lagi karena belum lengkap ada unsur-unsur tidak terpenuhi dan fakta perbuatan jadi kita beri petunjuk kembali," jelas Mosezs.

Usai Daftar KPU, Dua Paslon Bupati dan Wabup Berau Akan Jalani Tes Kesehatan di RSKD Balikpapan

UPDATE Virus Corona di Balikpapan, 2 Balita Positif Covid-19, Riwayat Suspek dan Perluasan Tracing

Menata Kota Balikpapan tanpa Macet dan Banjir, Pengamat: Perlu Sinergi Antara Pemkot dan Masyarakat

Mosezs menyebutkan ada sejumlah point' juga disampaikan ke penyidik Polres agar segera dilengkapi.

"Terkait materi itu strategi penyidikan karena takutnya jika diungkapkan semua pihak bersalah akan mencari peluang dalam penanganan kasus ini, jadi ini strategi hukum," tuturnya

Kasi Pidsus Kejari Berau itu menegaskan sejauh ini yang ditetapkan tersangka penyidik polres Berau yakni mantan Camat dan kepala Kampung.

"Kalau tersangka sejauh ini kami terima diberkas perkara itu ada mantan camat dan kepala kampung juga banyak saksi yang telah kami periksa," tegasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rido Doly Kristian mengatakan dalam waktu dekat berkas dugaan pungli tersebut akan kembali dilimpahkan kejaksa.

"Kita berpandangan berkas sudah cukup bukti namun jaksa berpendangan masih ada yang perlu dilengkapi," kata Rido ke TribunKaltim.co.

Ia juga menilai jika unsur yang dinilai belum lengkap yang disampaikan jaksa telah lengkap dan sesuai pasal 12 huruf e.

Cara Baru Konfirmasi Bagi yang Belum Dapat BLT BPJS Ketenagakerjaan, Khusus Karyawan Kategori Ini

Sayyid Hasan Didapuk jadi Ketua HIPMI Penajam Paser Utara 2020-2023, Berjanji Benahi Administrasi

BREAKING NEWS Samarinda Terapkan Pembatasan Jam Malam dan Perwali Penegakan Protokol Kesehatan

"Pasal 12 huruf e itu berbunyi, pegawai negeri atau penyelenggara negara, jelas dalam kasus ini, kemudian yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum juga sangat jelas,

Di Perda nomor 5 tentang penerbitan SKPTN tidak boleh ada pungutan ilegal sebelum dan sesudah penerbitan dan pelepasan atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya disini jelas kelompok tani terpaksa.

NEWS VIDEO Breaking news - Seorang Pria di Kota Balikpapan Tewas Dilindas Mobil Truk

RI di Ambang Resesi, Walikota Balikpapan Sebut Daerah Kena Imbasnya, Banyak Proyek Bisa Batal

Jaringan Pengedar Narkoba di Lingkungan Pemkot Bontang Dibekuk, Oknum ASN Dinas Perkim Jadi Bandar

"Serta memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri juga jelas," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved