Upaya Hilangkan Radikalisme, Ridwan Kamil dan Kang Maman Membuat Buku Biografi, Melawan via Literasi

Anggota Badan Kajian MPR RI Maman Imanulhaq dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat buku biografi kiai-kiai di tanah Pasundan

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

TRIBUNKALTIM.CO, BANDUNG - Upaya hilangkan radikalisme, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Kang Maman membuat buku biografi, melawan via literasi.

Anggota Badan Kajian MPR RI Maman Imanulhaq dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat buku biografi kiai-kiai di tanah Pasundan dalam rangka memerangi radikalisme.

Maman Imanulhaq atau yang akrab disapa Kang Maman mengatakan radikalisasi begitu gencar terjadi di tengah masyarakat saat ini.

Tentu saja hal tersebut perlu diredam dengan menghadirkan figur tauladan yang membawa ajaran islam yang moderat, toleran, dan ramah.

Baca juga: Bukan di Masjid, DMI Bongkar Lokasi Kotak Amal Kelompok Radikal, Banyak di Tempat yang Tak Disangka

Baca juga: Wawali Kota Tarakan Ingatkan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Merupakan Tugas Bersama

Baca juga: Sebatik Diwacanakan Jadi Pulau Santri Tangkal Radikalisme di Perbatasan, DPRD Nunukan Ajukan Raperda

Baca juga: Cegah Radikalisme, Kodam VI/Mulawarman Beri Pembekalan Pencegahan Radikalisme kepada Prajurit

Penulisan buku biografi kiai-kiai berkarakter santun, kharismatik, dan cerdas akan lebih mengesankan serta mengundang rasa ingin tahu dan simpati masyarakat luas.

Hal tersebut diungkapkan Kang Maman saat menjadi narasumber Forum Group Discussion atau FGD bertema 'KH Ali Imron: Kiai Rendah Hati dari Lemburawi' di Pesantren Al-Istiqomah Maruyung, Pacet, Bandung, Minggu (13/12/2020).

“Penulisan biografi ini penting, karena Kiai Ali Imron mampu menggetarkan hati manusia dan mengubah jalan kehidupan mereka dengan sikap rendah hatinya," kata Kang Maman dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Senin (14/12/2020).

Dewan Syura DPP PKB ini pun mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami krisis kemanusiaan, sekelompok orang atas nama agama tidak memiliki empati, tidak merasa bersalah saat melawan hukum dan kehilangan kesantunan di depan publik.

Kiai Ali Imron telah terbukti bisa mengeluarkan kualitas terbaiknya sebagai sosok yang rendah hati, cerdas, mengayomi, dan menggugah kesadaran kemanusiaan kepada masyarakat sekaligus mengajak mereka mencintai tanah air.

Baca juga: 150 Perwira dan Bintara TNI AD di Jajaran Kodam VI/Mlw Dapat Pembekalan Pencegahan Radikalisme

Baca juga: Prediksi Prabowo Subianto Out dari Kabinet Jokowi, Rocky Gerung Sindir Mahfud MD Soal Radikalisme

Baca juga: Ingatkan Kapolri Soal Deteksi Radikalisme, Safaruddin Singgung Kasus PPU dan Samarinda

Baca juga: Menkopolhukam Mahfud MD Beber Radikalisme Abu Bakar al-Baghdadi Ada Dalam Bentuk Ini di Indonesia

Program penyusunan Biografi Kiai Ali Imron ini menjadi langkah awal penulisan Biografi Kiai-Kiai Kharismatik lainnya di Jawa Barat termasuk mengumpulkan karya-karya tulis mereka.

Di hari yang sama, Kang Maman pun melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Hotel Grand Preanger, Bandung untuk membahas hal yang sama.

Kedua tokoh Jabar itu sepakat bahwa radikalisme hanya bisa dilawan dengan gerakan literasi yang menghadirkan spirit para tokoh yang memiliki unsur penting kepribadian manusia, yaitu kehormatan, tujuan hidup, kekuatan, pengertian, penilaian, kreativitas, dan cinta.

Baca juga: Menkopolhukam Mahfud MD Beber Radikalisme Abu Bakar al-Baghdadi Ada Dalam Bentuk Ini di Indonesia

Baca juga: Gelar Dialog, Polres Tarakan Ajak Kaum Milenial Menangkal Masuknya Paham Radikalisme

Baca juga: Cegah Paham Radikalisme Berkembang, Ini Imbauan Kepala Kesbangpol Kaltara

Keduanya mempersiapkan Tim khusus untuk proses inventarisasi, dokumentasi, penulisan, editing, dan publishing biografi, karya tulis dan bahkan eksiklopedia (at-thabaqat) Ulama-ulama Jawa Barat.

Bahkan Kang Emil, sapaan sang Gubernur, telah menyiapkan Biografi Mama Pagelaran dan Karya-karyanya.

Perlu diketahui bahwa Mama Pagelaran atau KH Muhyiddin adalah ulama kharismatik yang produktif menulis.

Pesantren Pagelaran pertama berlokasi di Desa Serang, Cimalaka, Sumedang.

Baca juga: Wamen Zainut Tauhid Merasa Mewakili PPP, akan Sebar Dakwah Sejuk Soroti Radikalisme Kalangan Militer

Baca juga: Kaltim Jadi Ibu Kota Negara, Korem 091/ASN Ajak Masyarakat Tangkal Radikalisme

Baca juga: Kemkominfo RI Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme, Cek Dua Jam Sekali

Saat Mama Pagelaran membuka Pesantren lain di Subang, Pesantren di Cimalaka diteruskan Mama Muallim Faqieh yang notabene Kakeknya Maman Imanulhaq.

“Saya dan Kang Maman diikat geneologi keilmuan dan sejarah perjuangan kakek kami. Dan kami berdua berkomitmet untuk melanjutkan perjuangan kakek kami demi Jawa Barat bahkan Indonesia Juara Lahir Batin”, tutur Kang Emil di Bandung, Minggu (13/12/2020).

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kang Emil dan Kang Maman Buat Buku Biografi Kiai-kiai Tanah Pasundan untuk Lawan Radikalisme, https://wartakota.tribunnews.com/2020/12/14/kang-emil-dan-kang-maman-buat-buku-biografi-kiai-kiai-tanah-pasundan-untuk-lawan-radikalisme?page=all

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved