Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Soal Kerjasama MLG Samarinda, Pemkot Berharap Raih Solusi Sebelum April 2022

Pemerintah Kota Samarinda berusaha untuk mencarikan titik terang terkait kelanjutan kerjasama Mahakam Lampion Garden

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Budi Susilo
HO/Mahakam Lampion Garden
Mahakam Lampion Garden di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda berusaha untuk mencarikan titik terang terkait kelanjutan kerjasama Mahakam Lampion Garden atau MLG dengan pihak pengelola sebelum April 2022.

Dijelaskan oleh Asisten I Pemkot Samarinda, Ridwan Tassa, Pemkot akan mengusahakan untuk menjalin komunikasi dengan pengelola MLG dalam hal ini PT. Samaco dalam waktu yang tersisa ini.

Pemkot memiliki dua opsi terkait kerjasama MLG tersebut, yaitu melanjutkan kerjasama yang berjalan selama 25 tahun sampai tahun 2041.

"Kedua, apakah ini distop dengan kesepakatan tertentu, nantinya bergantung pada walikota, tetapi kita semua sepakat MLG harus selesai secepat mungkin sehingga tidak menimbulkan persoalan baru," jelas Ridwan saat berada di ruangannya, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Pemkot Samarinda Pertimbangkan Evaluasi Pengelolaan MLG, Walikota Sepakat Putus Kerja Sama

Baca juga: Tinjau Kerja Sama Pemkot dan MLG, Komisi II DPRD Samarinda Inginkan Evaluasi Total

Baca juga: NEWS VIDEO Kolektor Aglonema Luar Biasa Bahagia Bisa Mengais Rezeki Hingga 20 Juta di MLG

PT. Samaco melalui manajemen pengelola di Samarinda sebelumnya mengajukan permohonan pengurangan beban setoran kerjasama kepada pemkot yang harus diberikan sebesar Rp 273 juta per tahunnya.

Namun dengan melihat kondisi pengunjung yang dinilai relatif ramai baik di kawasan MLG ataupun Mahakam Riverside.

Pemkot beserta DPRD menilai seharusnya angka tersebut dapat dipenuhi untuk disetorkan.

"Sepertinya pihak PT. Samaco susah untuk memenuhi apa yang menjadi perjanjian kerjasama dengan beban Rp 273 juta per tahun, anggapannya karena sulit memperoleh untung," ungkap Ridwan.

Baca juga: Komisi II DPRD Samarinda Ingin Pemkot Audit Kerjasama MLG

Ia menyimpulkan, tahapan yang akan dilakukan Pemkot ke depan untuk menyelesaikan permasalahan MLG ini ialah menginventarisasi persoalan yang kemudian akan dikomunikasikan dengan manajemen pengelola, dan juga melalui arahan dari walikota.

Karena jika dibiarkan berlarut, Pemkot Samarinda akan terus menelan kerugian dari kerjasama tersebut.

Diketahui bahwa dari setoran minimal Rp 273 juta per tahun dalam perjanjian kerjasama, sejak tahun 2018, PT. Samaco hanya menyetorkan sejumlah Rp 75 juta dan Rp 50 juta pada tahun 2019.

"Kita berharap mendapatkan solusi sebelum tanggal 1 April, karena dalam perjanjian itu kewajiban membayar adalah sampai tanggal 31 Maret," tuturnya.

"Supaya tidak bertambah beban, kita manfaatkan waktu yang tersisa untuk komunikasi," pungkas Ridwan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved