Ibu Kota Negara

Jual Beli Lahan di IKN Nusantara Masih Dilarang, Warga Sebut Ada Juga Pejabat yang Ajukan Penawaran

Jual beli tanah di IKN Nusantara masih dilarang, warga mengaku ada juga pejabat yang ajukan penawaran.

Kompas.com/Zakarias Demon Daton
Patok batas wilayah batas kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) ibu kota negara (IKN) di Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim, Sabtu (19/3/2022). Simak bocoran skema pengadaan tanah di IKN Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim ). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Jual beli tanah di IKN Nusantara masih dilarang, warga mengaku ada juga pejabat yang ajukan penawaran.

Pemindahan ibukota dari Jakarta ke Ibu Kota Negara/ IKN Nusantara jadi salah satu daya pikat bagi jual beli tanah di Penajam Paser Utara.

Larangan jual beli tanah di daerah delineasi Ibu Kota Negara Nusantara melalui SE Kanwil BPN masih berlaku.

Itu ada dalam edaran nomor HP.01.03/205-64/II/2022.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Camat Sepaku, Adi Kustaman kepada TribunKaltim.co, Sabtu (30/4/2022).

Baca juga: Bertemu PM Jepang, Jokowi Ajak Berinvenstasi dalam Pembangunan IKN Nusantara di Penajam Paser Utara

Baca juga: Jadwal Penutupan Titik Nol IKN Selama Libur Lebaran, Tidak Ada Kunjungan Selama 4 Hari

Baca juga: Pembangunan IKN Diharapkan Selaras Dengan Keterlibatan Warga Lokal

Adi menyebut, belum ada informasi atau edaran lagi untuk mencabut surat edaran berisi larangan menjual atau membeli tanah di sekitaran IKN itu.

"Masih berlaku, jual beli tanah  tidak dibolehkan," jelas Adi Kustaman.

Namun, ia juga tak menampik ada masyarakat yang tetap saja menjual tanah meski telah dilarang, terlihat dari e-commerce masih banyak warga yang menjual tanah, dengan embel-embel dekat dengan lokasi Inti IKN.

Adi menyebut, memang ada warga bandel yang diduga bermain di bawah tangan, seiring adanya edaran untuk tidak melakukan praktik jual beli tanah.

Namun, pengawasan terus dilakukan untuk menangani permasalahan land freezing ini, sosialisasi kepada warga juga terus dilakukan.

"Sementara masih menggunakan edaran, itu sebagai pencegahan dari Dirjen untuk land freezing berupa edaran itu.

"Ada imbauan dari Camat Sepaku juga untuk seluruh kepala desa sudah diimbau, tetapi memang yang ada saat ini diduga di bawah tangan," ungkapnya.

Sementara itu, terlihat salah satu warga menjual tanahnya melalui e-commers dengan harga jual yang lumayan tinggi.

Baca juga: Pengadaan Tanah di IKN Nusantara Disebut akan Junjung HAM, Nasib Warga yang Tanahnya Masuk IKN

"Aset yang tidak pernah turun harganya adalah tanah, apalagi jaraknya sangat dekat dengan IKN yang saat ini lagi dibangun, yang berminat hubungi," tulis pemilik akun Facebook Hariyanto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved