Sabtu, 25 April 2026

Horizzon

Meramu Adonan untuk Kue Pilkada Serentak 2024

Event yang kemudian kita kenal dengan Pilkada Serentak 2024 ini tentu menjadi opportunity sekaligus ujian bagi media mainstream.

Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
DOK TRIBUNKALTIM.CO
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Media mainstream justru ikut menjadi 'pemulung' dengan memproduksi berita bersumber sosial media dan bahkan grup WhatsApp.

Baca juga: Kebenaran Baru dan Kegagalan Pers

Situasi inilah yang secara pelan dan pasti membunuh atau setidaknya mendegradasi kekuatan utama dari media mainstream yang bernama -Pengaruh.

Kue iklan

Ketika ruh media berupa pengaruh itu hilang atau setidaknya berkurang, lalu apa yang bisa ditawarkan oleh media untuk bisa memperoleh kue dalam Pilkada Serentak 2024 yang pemanasannya sudah mulai kita rasakan ini?

Masihkah kita dengan percaya diri akan menawarkan space atau milimeter kolom kepada kontestan di media kita?

Atau barangkali, masihkah kita percaya diri menawarkan kerja sama berita online berbayar kepada kontestan sambil dibumbui iming-iming menaikkan elektabilitas kepada calon?

Kita harus paham, para kontestan ini adalah mereka yang membutuhkan impact secara langsung terkait belanja iklan yang akan mereka keluarkan.

Mereka bukan pemasang iklan yang mengharapkan komisi sebagai benefit.

Baca juga: 3 Kebohongan Paling Epic

Mereka sedang tidak membelanjakan uang APBD yang formalitas belaka dan komisi justru menjadi benefit utama.

Mereka tengah berhitung soal esensi dan efisiensi uang yang akan dikeluarkan untuk belanja apa pun termasuk sosialisasi dalam kontestasi kali ini.

Inilah kenapa bisa dibilang Pilkada Serentak 2024 ini adalah ujian sekaligus rapor penilaian atas eksistensi dari media mainstream.

Beruntunglah beberapa media yang terus beradaptasi dengan teknologi.

Setidaknya mereka punya kreasi untuk menawarkan kerja sama menguatkan narasi dan tak sebatas jual kavling.

Baca juga: Raung Sirene Demokrasi dari Bulaksumur

Mereka bakal punya 'komoditas' baru untuk ditawarkan dalam meraih kue Pilkada.

Komoditas baru ini barangkali bakal menarik untuk dilirik oleh kontestan yang juga masih risih jika ada konten-konten dengan tone negatif yang cukup mengganggu yang diproduksi media mainstream. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved