Breaking News
Jumat, 12 Juni 2026

Horizzon

Berharap Demokrat Lupakan Masa Lalu

Saat itu Demokrat tak diperhitungkan peluangnya mendukung Isran Noor lantaran mantan Bupati Kutai Timur ini pernah menanggalkan jas biru Demokrat.

Tayang:
Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
DOK TRIBUNKALTIM.CO
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Oleh: Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim

LANGKAH Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bergabung dengan koalisi besar untuk mendukung Rudy Mas'ud-Seno Aji di Pilgub Kaltim 2024 membuat langkah Isran Noor semakin terpojok.

Kandidat berstatus petahana ini semakin tak leluasa untuk memeroleh tiket dukungan untuk mendaftar sebagai calon gubernur Kalimantan Timur di Pilkada 2024.

Sebelumnya, PPP adalah skema paling ideal bagi Isran Noor untuk dipinang dan dikawinkan dengan PDI Perjuangan untuk menggenapi syarat dukungan minimal bagi Isran Noor untuk kembali maju sebagai calon gubernur.

Hingga saat ini, di Pilgub Kaltim 2024 ada arus besar partai politik beramai-ramai mendukung pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji.

Dipimpin Golkar (15 kursi), koalisi ini telah bergabung Gerindra (10 kursi), PAN (4 kursi), Nasdem (3 kursi), PKS (4 kursi), PKB (6 kursi) dan terakhir adalah PPP (2 kursi).

Baca juga: Perlawanan Diam Edelweizz

Sebelum PPP menyatakan sikap bergabung bersama Rudy Mas'ud, sebenarnya tersisa tiga partai yang berpeluang membuat poros tandingan, yaitu PDI Perjuangan, PPP dan Demokrat.

Saat itu Demokrat tak diperhitungkan peluangnya mendukung Isran Noor lantaran mantan Bupati Kutai Timur ini pernah menanggalkan jas biru Demokrat.

Dari analisa tersebut, maka yang paling memungkinkan bagi Isran adalah mengawinkan PDI Perjuangan dan PPP untuk mengantongi 11 kursi sebagai syarat minimal pencalonan.

Setelah PPP memutuskan sikap bergabung dengan koalisi Rudy Mas'ud-Seno Aji, maka Isran Noor harus berjuang lebih keras untuk bisa mendapatkan tiket PDI Perjuangan sekaligus mengawinkan dengan Partai Demokrat.

Sayangnya, sekenario dengan Demokrat ini jauh lebih sulit ketimbang dengan PPP.

Baca juga: Kado Kecil HUT ke-78 Korps Bhayangkara

Partai Demokrat Kaltim tentu masih ingat ketika pada 2014 lalu terpaksa harus menanggalkan paksa jas biru Demokrat yang dikenakan Isran Noor setelah Isran nekat mengikuti Konvensi Rakyat di kontestasi presiden.

Langkah Isran Noor mengikuti konvensi kala itu adalah balasan atas Partai Demokrat yang tidak meloloskan namanya dalam konvensi calon presiden yang digagas Demokrat.

Sikap Isran yang tidak tegak lurus dengan kebijakan Demokrat itulah yang membuat dirinya berhenti atau diberhentikan sebagai kader partai berlambang bintang mercy ini.

Kisah lama Isran dengan Demokrat inilah yang seolah menjadi barrier sekaligus mengganjal Demokrat akan menyerahkan rekomendasinya untuk Isran Noor.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved