Jumat, 12 Juni 2026

Horizzon

Berharap Demokrat Lupakan Masa Lalu

Saat itu Demokrat tak diperhitungkan peluangnya mendukung Isran Noor lantaran mantan Bupati Kutai Timur ini pernah menanggalkan jas biru Demokrat.

Tayang:
Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
DOK TRIBUNKALTIM.CO
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Demokrat tentu tak ingin dinilai sebagai partai yang pragmatis memberikan rekomendasi kepada orang yang pernah tidak sejalan dengan kebijakan partai.

Baca juga: Membaca Arah Pemikiran Rocky Gerung

Kalaupun langkah tersebut dilakukan, butuh energi tak sedikit bagi Demokrat untuk membuat publik dan utamanya konstituen Demokrat Kalimantan Timur atas kebijakan kembali rukun dengan Gubernur Kaltim periode 2019-2024 ini.

Setali tiga uang, sikap PDI Perjuangan yang sejauh ini memilih diam sebenarnya juga bisa dipahami dari luka yang masih basah yang dirasakan PDI Perjuangan usai dikecewakan keluarga Jokowi.

Kita tahu bagaimana marah dan lukanya PDI Perjuangan setelah di Pilpres lalu justru ditinggalkan Jokowi, kader yang dibesarkan di kandang banteng justru tak berada di barisan PDI Perjuangan.

Boleh jadi, diamnya PDI Perjuangan Kaltim ini juga tak lain lantaran kekhawatiran akan kembali terluka.

Bukan sekali Isran Noor meninggalkan partai politik.

Terakhir, jelang PIlpres, Isran Noor yang berstatus sebagai Ketua DPD Nasdem Kalimantan Timur juga memilih menanggalkan jas kebesaran Nasdem.

Baca juga: Satu Menit Empat Puluh Tujuh Detik

Tak ada yang tahu mundurnya Isran Noor dari Nasdem jelang gelaran Pilpres 2024 lalu.

Yang jelas, sikap Isran Noor yang sering keluar masuk parpol ini tentu juga menjadi pertimbangan PDI Perjuangan untuk mengusungnya di Pilkada Kaltim 2024.

PDI Perjuangan masih terluka dengan sikap politik Jokowi dan keluarganya yang berkhianat, tentu luka itu yang belum kering itu menjadikan PDI Perjuangan lebih selektif dalam menentukan siapa yang layak dan pantas didukung.

PDI Perjuangan Kaltim tentu tak ingin bernasib sama dengan Demokrat maupun Nasdem Kaltim yang pernah ditinggalkan Isran Noor.

Faktanya, peluang yang tersisa untuk Isran Noor di Pilkada Kaltim adalah mengawinkan PDI Perjuangan (9 kursi) dan Demokrat (2) kursi.

Baca juga: Sekuel Golf Car Rp271 T

Sebagai politisi senior, Isran harus sanggup meyakinkan kedua partai tersebut agar ia bisa ikut berkontestasi di Pilgub Kaltim 2024.

Kita berharap, PDI Perjuangan bisa bersikap rasional dan percaya dengan proposal atau komitmen dari Isran Noor sekaligus Demokrat bisa melupakan luka masa lalu, sehingga keduanya bisa duet mengusung Isran Noor, petahana Gubernur Kaltim bisa ikut berkontestasi di Pilkada serentak 2024.

Publik Kaltim berharap, Isran mampu menyelesaikan problem pelik ini agar nantinya di gelaran Pilkada serentak, Kaltim memiliki lebih banyak pilihan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved