Berita Balikpapan Terkini

Kawasan Kumuh di Kota Penyangga IKN, Ada 100.7 Hektare di Balikpapan, Perlu Penyediaan Air Bersih

Kawasan kumuh di kota penyangga IKN. Ada 100.7 hektare di Balikpapan. Salah satu indikator kumuh adalah perlu penyediaan air bersih.

TribunKaltim.co/Ary Nindita Intan R.S
KAWASAN KUMUH DI BALIKPAPAN - Kepala Disperkim Balikpapan, Rafiuddin. Kawasan kumuh di kota penyangga IKN. Ada 100.7 hektare di Balikpapan. Salah satu indikator kumuh adalah perlu penyediaan air bersih. 

Sehingga tugas kami adalah bagaimana melakukan treatment, supaya air baku ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga," tandas Rafiuddin.

Dalam program Kota Kita ini, Disperkim menggaet metode kerja sama pentahelix.

Membangun kolaborasi dengan swasta, para akademisi, masyarakat, dan awak media.

Khususnya pihak swasta, dalam penyediaan pengadaan infrastruktur untuk mendukung pengerjaan program Kota Kita.

"Kami sudah rapat, mereka sangat mendukung positif dan tinggal kami tindaklanjuti saja untuk mewujudkan Balikpapan sebagai kota layak huni," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Rumah Ketiban Longsor Susulan di Sepinggan Balikpapan Selatan

Pengerjaan Water Treatment di Gunung Sari Ulu 

Program Kota Kita inisiasi Dinas perumahan dan kawasan permukiman (Disperkim) Balikapapan, Kalimantan Timur, akan segera direalisasikan.

Dengan menerapkan metode kerja sama pentahelix.

Program ini menyasar Kelurahan Gunung Sari Ulu yang masuk kawasan kumuh dalam indikator penyediaan air bersih dan proteksi kebakaran.

Dengan pengerjaan meningkatkan sumur bor dalam yang sudah ada di RT 35 untuk mencakup empat RT yakni RT 29, RT 35, RT 37, RT 40 di Kelurahan Gunung Sari Ulu.

Kepala Disperkim Balikpapan Rafiuddin mengatakan, beberapa pengerjaan mencakup pekerjaan reservoir air, water treatment, peningkatan pelayanan dan potensi kebakaran.

Baca juga: Hari ini Siswa-siswi PAUD, SD, SMP di Sebagian Wilayah Balikpapan Belajar Daring, Ini Sebabnya

Ia membeberkan, kebutuhan anggaran sekitar Rp150 juta.

Mulai dari tandon, mesin filter air, selang, pipa dan lain sebagainya.

"Jadi kita membangun kolaborasi bahwa penanganan kumuh di Balikpapan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, harapan kita murni bantuan dari teman-teman swasta dalam bentuk material dan tidak dalam bentuk dana," kata Rafiuddin, Kamis (15/8/2024).

Ia menargertkan, rencana pengerjaan akan dimulai pada akhir bulan Agustus 2024.

Agar ketersediaan air baku dapat dimanfaatkan maksimal warga setempat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved