Sabtu, 13 Juni 2026

Horizzon

Polisi Mestinya Sensitif di Kasus BBM Oplosan 

Menyelesaikan problematika BBM di Kalimantan Timur kiranya jauh lebih murah dibanding kebijakan BBM satu harga di Indonesia Timur pada 2017 lalu.

Tayang:
Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
DOK TRIBUNKALTIM.CO
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Kalimantan Timur sudah terlalu banyak memberi untuk negeri ini, mulai dari kayu yang dibabat habis sejak era Orde Baru, kemudian minyak, dan kini batu bara juga menjadi devisa andalan untuk membiayai keberlangsungan bangsa ini. 

Kita kembali ke soal yang paling sederhana dan sebenarnya sensitif, yaitu problem BBM.

Apa pun masalahnya, apa sih susahnya dan berapa sih anggaran yang diperuntukkan untuk menyelesaikan masalah ini. 

Menyelesaikan problematika BBM di Kalimantan Timur kiranya jauh lebih murah dibanding kebijakan BBM satu harga di Indonesia Timur pada 2017 lalu.

Tapi barangkali, menyelesaikan masalah ini di Kaltim tak dianggap seksi dan bisa menjadi jargon politik bagi kekuasaan. 

Baca juga: Terima Kasih Pak Jokowi

Diam begitu lama dengan ketidakadilan di bidang energi, beberapa waktu lalu rasa keadilan kita kembali terusik dengan kasus BBM eceran yang dicampur dengan air.

Usai video tersebut viral, ternyata sejumlah kesaksian muncul bahwa fenomena bensin eceran yang dicampur dengan air sudah muncul beberapa hari belakangan. 

Kita paham, dalam kasus spesifik, di mana pengecernya juga adalah korban dari ulah nakal penyuplai BBM, namun menutup masalah ini dengan pernyataan bahwa kasus ini berakhir damai adalah sikap paling konyol yang kita tahu dari sebuah institusi kepolisian. 

Kita semua kaget saat polisi menyebut bahwa kasus penjual BBM bercampur air dengan pembeli yang menjadi korban sudah berdamai disampaikan pihak kepolisian.

Selain pernyataan tersebut seolah menganggap kita semua bodoh, pernyataan tersebut jauh dari rasa empati dan juga kembali merobek rasa keadilan. 

Bagaimana mungkin institusi kepolisian tega mengeluarkan pernyataan tersebut di tengah masyarakat yang sudah sejak lama menyimpan rindu atas rasa keadilan di bidang energi.

Baca juga: 3 Kebohongan Paling Epic

Selain itu, mengakhiri polemik bensin bercampur air dengan menyatakan kasusnya berakhir damai juga seolah menunjukkan bahwa institusi kepolisian kita lemah.

Benarkah kita tak punya data-data intelijen tentang daftar pengepul BBM yang biasa mengambil di SPBU. 

Mengungkap jaringan pelaku pengoplos BBM dengan air yang terjadi di Jalan Indrakila beberapa waktu lalu, seharusnya bukan hal yang susah bagi institusi kepolisian kita saat ini.

Kita percaya, selain punya kapasitas, kewenangan sekaligus kemampuan, polisi kita mampu mengungkap kasus ini dengan tuntas. 

Bagi Kalimantan Timur yang sudah lama merindukan rasa keadilan, tentu sikap sensitif kepolisian dengan menuntaskan kasus kecil ini tentu akan berdampak sangat signifikan.

Kita menunggu, dan kita percaya, polisi kita bisa menuntaskan kasus ini. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved