Berita Kukar Terkini

Rendi Solihin Temui Tokoh Agama Samboja, Minta Nasihat untuk PSU Pilkada Kukar

Beban pundak Rendi Solihin belum juga reda. Ia harus merelakan kemenangan besar yang diraihnya bersama Edi Damansyah di Pilkada Kukar 2024

Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
HO/Tim Rendi Solihin
RENDI MINTA NASIHAT - Rendi Solihin mencari pegangan dan nasihat dari sosok yang dihormatinya, ialah Pimpinan Pondok Pesantren Al Arsyadi, Samboja, KH Saifuddin Marzuki. Restu dari seorang tokoh agama yang dihormati menjadi angin segar bagi perjuangannya. (HO/Tim Rendi Solihin) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Beban pundak Rendi Solihin belum juga reda. Ia harus merelakan kemenangan besar yang diraihnya bersama Edi Damansyah di Pilkada Kutai Kartanegara 2024. 

Lantaran torehan 259.489 suara, atau 67 persen dari total suara sah seolah tak berarti setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangannya Edi Damansyah dan memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Kini, dalam dinamika politik yang penuh ketidakpastian, Rendi mencari pegangan dan nasihat dari sosok yang dihormatinya, ialah KH Saifuddin Marzuki.

Sosok Pimpinan Pondok Pesantren Al Arsyadi, Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Baca juga: MK Kabulkan Gugatan Paslon Pilkada Kukar 2024 Dendi-Alif, KPU Tunggu Juknis soal Pelaksanaan PSU

Rendi tiba di tengah suasana Ramadhan yang tenang namun sarat makna.

Menciptakan momen yang bukan sekadar sapaan, melainkan isyarat dukungan moral dalam situasi politik yang tidak mudah.

Percakapan pun mengalir dengan hangat. Rendi Solihin duduk penuh takzim, mendengar dan menyerap setiap wejangan yang disampaikan KH Saifuddin Marzuki.

"Saya ingin memohon nasihat dari orang tua kami ini. Beliau menjadi salah satu orang tua kami di Samboja," ujar Rendi Solihin, dalam keterangannya yang dikutip TribunKaltim.co, Minggu (2/3/2025).

Di antara perbincangan, terselip pembahasan mengenai dinamika politik Kukar, termasuk keputusan MK yang menggugurkan pencalonan Edi Damansyah.

Rendi menyadari bahwa perjalanan politiknya kini jauh lebih menantang. Ia harus kembali berjuang, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk menjaga amanah rakyat yang telah memberikan dukungan besar padanya di Pilkada sebelumnya.

Baca juga: KPU Hadirkan Saksi Ahli Hasyim Asy’ari saat Sidang Lanjutan Sengketa Pilkada Kukar di MK

Saat pembicaraan beralih ke PSU yang akan datang, KH Saifuddin Marzuki menyampaikan dukungannya dengan nada penuh keyakinan.

"Insya Allah kita dukung, kalau orang sini, kenapa tidak kita dukung," ucapnya.

Dukungan itu bukan sekadar pernyataan politik, tetapi juga pengakuan atas kedekatan Rendi dengan masyarakat Samboja dan sekitarnya.

Di tengah persaingan yang semakin ketat, restu dari seorang tokoh agama yang dihormati menjadi angin segar bagi perjuangannya.

Dengan langkah yang lebih mantap, Rendi Solihin meninggalkan pondok pesantren, membawa harapan dan semangat baru untuk kembali merebut kepercayaan rakyat di PSU mendatang. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved