Berita Kalsel Terkini
2 Pemicu Dominan Penyulut Kekerasan di Kalimantan Selatan, Polda Kalsel Beber Ada Kenaikan
Terungkap, inilah 2 pemicu dominan penyulut kekerasan di Kalimantan Selatan. Pihak Polda Kalsel beber datanya
Terkadang melibatkan kelompok dengan masalah konflik yang sudah lama sehingga dalam suasana mabuk, cekcok kecil lebih mudah berubah jadi perkelahian fatal.
3. Faktor Ekonomi dan Pendidikan
Sebagian kasus kriminalitas setelah pesta miras berkaitan dengan tingkat pendidikan rendah, sehingga keterampilan menyelesaikan konflik secara damai minim.
Kemudian ekonomi yang membuat frustrasi cepat tersulut saat mabuk.
4. Kurangnya Penegakan Hukum atau Pengawasan Penjualan Miras Oplosan/Ilegal
Miras ilegal atau oplosan beredar luas dan lebih mudah didapat dan mengonsumsi alkohol berlebihan tanpa kontrol meningkatkan risiko perilaku agresif.
Banyak kasus pesta miras terjadi di lokasi-lokasi tersembunyi.
5. Ajang Curhat
Pesta miras sering jadi “ajang curhat” yang berujung ungkit-ungkitan masalah lama, termasuk dendam pribadi, hutang piutang, cemburu asmara dan saat mabuk, masalah yang semula bisa diabaikan jadi “meledak.”
Provinsi Kalimantan Selatan Paling Mematikan
Analisis Tim Jurnalisme Data Kompas sepeti dikutip dari Kompas.id, berdasarkan putusan pengadilan kasus pembunuhan pada 2022-2024, Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi paling ”mematikan” untuk urusan pembunuhan yang melibatkan alkohol.
Artinya, pelaku atau korban atau keduanya sempat mengonsumsi minuman beralkohol tepat sebelum peristiwa pembunuhan.
Baca juga: Polres Bontang Tangani Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Pelaku dan Korban di Bawah Umur
Selama 2022-2024, tingkat pembunuhan yang melibatkan alkohol di Kalimantan Selatan menunjukkan angka 5,7 pembunuhan untuk setiap 1 juta orang atau 5 kali lipat lebih dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 0,9 pembunuhan per 1 juta orang.
Pesta miras umumnya hanya menjadi pemicu awal cekcok, lalu berkembang menjadi duel berdarah.
Terkait lokasi, seringkali di warung malam, tepi jalan, atau rumah kontrakan—bukan area hiburan resmi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.