Berita DPRD Balikpapan
DBH Terpangkas, DPRD Balikpapan Tekankan Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas Utama
DBH terpangkas, Pemkot dan DPRD Balikpapan mulai evaluasi ulang prioritas pembangunan agar tetap menyentuh layanan vital publik
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat menjadi tantangan baru dalam tata kelola pembangunan daerah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kondisi fiskal yang menyempit mendorong Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD Balikpapan melakukan evaluasi komprehensif terhadap sejumlah proyek infrastruktur, dengan menekankan bahwa pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas pembangunan dan tidak boleh tersingkir dalam situasi fiskal yang serba terbatas.
Fokus ini juga menjadi kata kunci utama agar pembangunan tetap mengarah pada kebutuhan vital masyarakat.
Sejumlah proyek infrastruktur kini tengah dievaluasi agar sejalan dengan kemampuan fiskal yang kian terbatas.
Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Ari Sanda, menilai momentum ini penting untuk mengarahkan energi pemerintah daerah pada program yang berdampak langsung terhadap warga, bukan sekadar proyek fisik yang sifatnya komplementer atau belum mendesak.
Baca juga: Gubernur Kaltim Rudy Masud Terima Pernyataan Sikap LPDKT-KU, Terkait Pemangkasan DBH
Ia menegaskan, pendidikan dan kesehatan merupakan fondasi layanan dasar yang wajib dipastikan tetap berjalan meski proyek pelebaran jalan atau tembusan sementara harus dievaluasi kembali.
"Banyak program fisik seperti pelebaran atau jalan tembusan yang mungkin akan kami evaluasi kembali. Tapi dua hal yang tidak bisa dikompromikan adalah pendidikan dan kesehatan," ujarnya, Minggu (2/11/2025).
Ari menilai tantangan fiskal tersebut menuntut DPRD dan pemerintah kota lebih kreatif dalam mencari solusi.
Salah satu pendekatan yang mulai dibahas adalah skema pembangunan bertahap dan pembukaan peluang kemitraan dengan pihak swasta.
"Kalau menunggu kondisi anggaran stabil, pembangunan bisa terus tertunda. Harus dimulai dulu, meski bertahap, supaya target pelayanan publik tetap berjalan," jelasnya.
Baca juga: Wagub Kaltim Minta Daerah Tidak Berpangku Tangan pada DBH, Dorong Peningkatan PAD
Ia menambahkan, salah satu proyek yang kini menjadi perhatian adalah penyediaan fasilitas kesehatan di Balikpapan Timur, wilayah dengan pertumbuhan penduduk pesat namun minim sarana medis memadai.
Menurut Ari, jarak yang jauh dari pusat kota sering menyulitkan warga ketika terjadi keadaan darurat.
"Bukan hanya bicara soal gedung, tapi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Itu yang harus dijawab lewat pembangunan bertahap," tegasnya.
DPRD, lanjutnya, juga terbuka terhadap berbagai alternatif pembiayaan, termasuk kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Strategi ini dinilai realistis agar pembangunan tetap berjalan tanpa membebani anggaran secara berlebihan.
"Yang kami perjuangkan bukan hanya proyek per dapil, tapi kepentingan seluruh warga Balikpapan. Ini tanggung jawab kolektif," pungkasnya. (*)
| Gelar Rapat Paripurna, DPRD Terima LKPj Walikota Balikpapan Tahun 2025 |
|
|---|
| DPRD Balikpapan Usulkan 1.036 Pokir untuk RKPD 2027, Fokus Infrastruktur dan Kesehatan |
|
|---|
| DPRD Balikpapan Ingatkan Pembangunan Pasar Induk KM 5 Harus Selaras Visi Walikota |
|
|---|
| Legislatif Sebut Sampah Rumah Tangga Jadi Biang Masalah Drainase di Balikpapan |
|
|---|
| DPRD Balikpapan Apresiasi Penerapan Jalan MT Haryono jadi Kawasan Tertib Lalu Lintas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251102_Sekretaris-Komisi-III-DPRD-Balikpapan-Ari-Sanda.jpg)