OPINI
Refleksi 2025: Apa yang Mesti Dilakukan di Tahun 2026?
Program apa yang sudah berhasil dilaksanakan, dan apa yang belum dilaksanakan? Bagaimana capaian kinerjanya? Hambatan-hambatan apa yang dihadapi?
Bandara Internasional ini merupakan bandara terbesar kedua, dari sisi luas kawasan, setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tetapi harapan tersebut, tetap hanya harapan. Bandara Kertajati yang dibangun dengan dana tidak kurang dari Rp. 2,6 triliun ini tetap sepi, seperti mati suri.
Ibarat pepatah ”seperti kerakap tumbuh di batu. Hidup segan, mati tak mau”.
Pemerintah sudah mencoba memberikan insentif untuk mengaktifkan Bandara Kertajati, seperti penyediaan bus Damri gratis dari Bandung ke Bandara Kertajati dan sebaliknya.
Tetapi tetap saja insentif tersebut tidak menarik calon penumpang maskapai. Karena pemilihan lokasi pembangunan bandara tidak bisa memotong waktu maupun pembiayaan yang signifikan.
Orang lebih memilih naik pesawat tujuan Jakarta kalau mau ke Bandung, daripada ke Bandara Kertajati, Majalengka.
Pertama, banyak pilihan maskapai dan frekuensi jadwal penerbangan lebih banyak. Harga tiket pesawat pun lebih murah ke Jakarta dari daripada ke Majalengka.
Begitu pula sesampai di Bandara Soekarno-Hatta, banyak pilihan moda transportasi menuju Bandung, sehingga dianggap lebih praktis.
Orang kalau mau naik pesawat dengan tujuan Bandara Kertajati, dengan frekuensi penerbangan yang terbatas akan berfikir dua kali, karena dianggap tidak praktis dan tidak kompetitif jika dibandingkan dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta.
Adapun yang dimaksud dengan impact adalah dampak jangka panjang yang dihasilkan dari outcome.
Impact dapat berupa perubahan yang signifikan dan berkelanjutan dalam masyarakat, ekonomi, atau lingkungan.
Contoh sederhana, jika Pemerintah Provinsi misalnya melakukan kegiatan atau proyek ”penanaman 1.000 pohon di kawasan polder”, maka impactnya dalam jangka panjang adalah penurunan resiko banjir dan longsong di kawasan polder.
Selain itu, juga akan terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar polder melalui lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
Baca juga: Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Pembangunan di Kaltim Dinilai Belum Maksimal
Tidak kalah pentingnya bisa meningkatkan nilai ekonomi kawasan polder melalui potensi wisata alam dan wisata buatan, serta peningkatan harga properti.
Terakhir impactnya adalah memberikan kontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dioksida oleh pohon-pohon yang ditanam.
Kanibalisme Program/Kegiatan
| Menjaga Rupiah di Tengah Badai Global: Bukan Sekedar Urusan Suku Bunga |
|
|---|
| Jas Krem di Tengah Lautan Jas Gelap |
|
|---|
| QRIS: Dari Nusantara Hingga China, Fondasi Institusional Dari Tren Menuju Transformasi Struktural |
|
|---|
| Presensi Bodong: Perlunya Menjaga Kewarasan Moral |
|
|---|
| Hari Palang Merah Dunia: Terjadi Degradasi Nilai Kemanusiaan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dr-moh-jauhar-efendi_new.jpg)