SALAM TRIBUN
Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Mas'ud - Seno Aji: Menakar “Gratispol”
Tepat tanggal 20 Februari 2026, pasangan Rudy Mas'ud-Seno Aji genap satu tahun memimpin Provinsi Kalimantan Timur.
Penulis: Sumarsono | Editor: Rita Noor Shobah
Skema operasionalnya masih abu-abu dan belum transparan.
Kebanyakan, program berobat gratis asih samar-samar. Masih belum ada kejelasan, kepastian seperti apa bentuk teknisnya.
Demikian juga dengan program seragam sekolah, internet gratis, hingga DP rumah gratis yang progresnya belum terasa di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Baca juga: Program Gratispol yang Tidak Pol
Pemprov Kaltim cenderung bekerja secara parsial, bereaksi saat ada masalah yang viral, tanpa adanya penyelesaian yang menyeluruh.
Tantangan terbesar lainnya dari program Gratispol adalah terpangkas anggaran.
Banyangkan saja, program Gratispol dicanangkan ketika APBD 2026 telah ditetapkan Rp 21 Triliun, kini dipangkas hingga tersisa Rp 15,15 Triliun.
Berkurangnya anggaran ini tentu membuat Pemprov Kaltim harus memutar otak, kembali mengevaluasi rencana program pembangunan.
Pemprov melakukan perampingan pada belanja hingga kegiatan-kegiatan yang bersifat non prioritas.
Bagaimana dengan program Gratispol?
Hingga saat ini masih tetap berjalan, dengan beberapa evaluasi dalam pelaksanaannya.
Efektivitas Gratispol bisa diukur jika semua program dijalankan secara utuh dan terintegrasi, bukan sekadar memadamkan api masalah saat muncul keluhan.
Mestinya itu diselesaikan secara utuh, sesuai dengan program-program yang sudah dijanjikan, lalu nanti juga dievaluasi secara berkala serentak.
*
Satu tahun telah berlalu sejak pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji resmi memimpin Kalimantan Timur pada 20 Februari 2025.
Di tengah euforia pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), masyarakat Kaltim terus menanti realisasi janji-janji politik yang dikemas dalam program Gratispol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250414_Sumarsono-Pemimpin-Redaksi-Tribun-Kaltim.jpg)