Opini
Pariwisata dan Ruang Publik: Mengenang Pemikiran Habermas
Pariwisata telah berevolusi dari sekadar aktivitas rekreasi sekunder menjadi salah satu sektor ekonomi paling dinamis dan mendominasi di dunia
Memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan di masa depan. Demokrasi adalah ruang di mana argumentasi lebih penting daripada kekuasaan dan dialog lebih bernilai daripada dominasi. Demokrasi tidak hanya hidup dalam institusi politik, melainkan dalam praktik komunikasi sehari hari warga negara.
Habermas mengingatkan kita bahwa modernitas dan pembangunan bukanlah sebuah takdir buta yang harus diterima secara pasif, melainkan sebuah proyek sosial yang belum selesai (an unfinished project). Selamat jalan, Jürgen Habermas, ragamu kini telah beristirahat dalam damai, namun suar pemikiranmu akan tetap hidup dan kekal melintasi zaman. (*)
| Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan: Refleksi Peredaraan Rupiah di Kalimantan Utara |
|
|---|
| Pengabdian Panjang di Titik Terakhir: Mundur dari Sekretaris YJI Kaltim setelah 24 Tahun Menjabat |
|
|---|
| Rupiah Bukan Sekadar Uang, Ini Makna Kedaulatan di Setiap Transaksi |
|
|---|
| Di Balik Pengangkatan Sekda Neneng Chamelia: Penerapan Manajemen Talenta untuk Promosi Jabatan |
|
|---|
| Catatan 40 Tahun Berkarir sebagai PNS: Merintis Camat Babulu hingga Dua Jabatan Kepala Dinas Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250724_Pengamat-Pariwisata-Kaltim-Syahrul-Karim-MSc.jpg)