Opini
Pariwisata dan Ruang Publik: Mengenang Pemikiran Habermas
Pariwisata telah berevolusi dari sekadar aktivitas rekreasi sekunder menjadi salah satu sektor ekonomi paling dinamis dan mendominasi di dunia
Memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi perubahan di masa depan. Demokrasi adalah ruang di mana argumentasi lebih penting daripada kekuasaan dan dialog lebih bernilai daripada dominasi. Demokrasi tidak hanya hidup dalam institusi politik, melainkan dalam praktik komunikasi sehari hari warga negara.
Habermas mengingatkan kita bahwa modernitas dan pembangunan bukanlah sebuah takdir buta yang harus diterima secara pasif, melainkan sebuah proyek sosial yang belum selesai (an unfinished project). Selamat jalan, Jürgen Habermas, ragamu kini telah beristirahat dalam damai, namun suar pemikiranmu akan tetap hidup dan kekal melintasi zaman. (*)
| Pertamax Naik, Pukulan Telak Bagi Masyarakat Kelas Menengah |
|
|---|
| Memahami Modus Operandi Begal via Teori Pilihan Rasional dan Aktivitas Rutin |
|
|---|
| Membaca Pikiran Anderiy Syachrum: Kejutan Gerbong Baru, Kabinet Ramping, dan Formula Menuju PON 2028 |
|
|---|
| Benalu di Balik Jubah Suci |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih: Jangan Terjebak pada Gedung, Bangunlah Ekosistemnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250724_Pengamat-Pariwisata-Kaltim-Syahrul-Karim-MSc.jpg)