OPINI
Mari Berikan Kesempatan
Panggung percakapan publik di Kalimantan Timur belakangan ini menyerupai sebuah teater yang penuh ketegangan
Linguistik forensik kembali lagi mengingatkan bahwa kelemahan dalam narasi dapat menjadi ‘pintu masuk’ serangan. Serangan dari pihak lain untuk melakukan delegitimasi kekuasaan melalui isu pemakzulan atau serangan politik yang tak berkesudahan.
Ketidakpekaan bahasa dalam situasi perpotongan kepentingan nasional ini sangat berbahaya. Sangat berbahaya. Komunikasi publik pimpinan daerah kini bukan lagi sekadar soal kehumasan, melainkan soal pertahanan kedaulatan informasi daerah.
Solusi Audit Linguistik dan Navigator Narasi
Irama kepemimpinan Kaltim saat ini sedang mengalami gangguan harmoni. Kegagalan komunikasi terjadi karena pimpinan belum memiliki panduan narasi yang mampu melakukan mitigasi (pengurangan risiko) semantik sebelum sebuah ucapan dilepaskan ke ruang publik.
Permohonan maaf hanyalah ‘obat penenang’ sementara. Kesembuhan permanen dapat dicapai melalui audit linguistik forensik menyeluruh untuk menyelaraskan visi pimpinan dengan etika publik.
Hal ini diperlukan agar tercipta kesamaan bahasa di seluruh lini birokrasi sehingga tidak ada lagi pejabat yang berbicara di luar nada pimpinan. Literasi forensik harus menjadi kompetensi wajib bagi pejabat publik.
Tanpa ‘rel’ narasi yang saintifik, pimpinan akan terus menjadi pemadam kebakaran tak berkesudahan.
Masyarakat Kaltim sedang menanti pemutarbalikan alur (plot twist) yang hebat. Sebuah akhir cerita ketika ambisi pribadi meluruh menjadi pengabdian murni. Keriuhan diksi berganti menjadi kesunyian kerja yang berwibawa.
Saatnya menghentikan kegaduhan yang kontraproduktif. Seorang pemimpin yang besar tidak diukur dari kemampuannya menjawab kritik dengan kata-kata defensif. Pemimpin sesungguhnya akan mampu mendengarkan suara rakyat yang paling sunyi sekali pun.
Mari kita kembali pada khitah komunikasi yang santun dan bermartabat. Saatnya pemimpin menyelaraskan diri dalam harmoni visi, ucapan, dan tindakan.
Melalui bahasa kita mengenal bangsa. Melalui kata, kita mengenal integritas pemimpin dengan segala isi kepala. Mari bersama kita jaga ketahanan sorot kamera nasional ke Bumi Etam. Sorotan membanggakan karena muruah irama prestasi di jantung Nusantara. Semoga.
Catatan: Opini pandangan pribadi dan tidak mewakili kebijakan lembaga.
| Refleksi Hari Buku Sedunia: Minat Baca Masih Sangat Rendah |
|
|---|
| Navigasi BI di Tengah Badai Geopolitik: Mengapa 4,75 Persen adalah Angka Aman? |
|
|---|
| BBM Naik, Harga Mengguncang: Belajar dari Iran, Membangun Kemandirian Kalimantan |
|
|---|
| Kegagalan Konduktor: Kemenangan Mahasiswa dan Rakyat Kaltim |
|
|---|
| Kartini Masa Kini: Ketika Perempuan Memilih Berdiri di Atas Kakinya Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ali-Kusno-Ahli-Bahasa-Kaltim.jpg)