Opini
Mengapa Ada Hari Kebebasan Pers Dunia?
Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 3 Mei menjadi pengingat pentingnya pers bebas sebagai pilar demokrasi.
Pesan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada Hari Kebebasan Pers Dunia, tanggal 3 Mei 2026, “Orang sering berkata dalam perang kebenaran adalah korban pertama. Tapi terlalu sering yang jadi korban pertama justru jurnalis yang mempertaruhkan segalanya untuk melaporkan kebenaran itu.”
Baca juga: Hari Pers Nasional, Jurnalis di Balikpapan Dapat Servis Gratis dari Astra Motor Kaltim 1
Maksudnya, bukan hanya di zona perang. Di manapun penguasa takut diawasi, maka jurnalis yang dihabisi duluan.
Jika pers dilemahkan, maka info terpercaya akan hilang.
Rakyat tidak percaya siapa-siapa.
Debat publik akan dipelintir. Masyarakat terpecah.
Kohesi sosial akan runtuh. Selain itu, akibat pers dilemahkan krisis akan semakin parah.
Tanpa jurnalis, konflik dan bencana lebih susah dicegah atau diselesaikan.
Baca juga: Hari Pers Nasional 2026: Sejarah, Ucapan, Tema, Logo Resmi
Lebih lanjut Guterres mengatakan, “Semua kebebasan tergantung pada kebebasan pers.
Tanpanya tidak akan ada hak asasi manusia.
Tidak akan ada pembangunan berkelanjutan, dan tidak akan ada perdamaian.”
Inilah inti pesan Hari Kebebasan Pers Sedunia pada Tahun 2026 ini.
Kebebasan pers bukan hanya urusan wartawan saja.
Kalau pers mati, hak asasi mausia (HAM) mati, pembangunan terhenti, dan perang mudah meledak.
Pada pesan penutup di Hari Kebebasan Pers, Sekjen PBB menyampaikan seruan aksi sebagai berikut.
Baca juga: Dewan Pers dan KPPU Sepakati Kerja Sama Awasi Persaingan Tidak Sehat Perusahaan Platform Digital
“Marilah kita melindungi hak-hak jurnalis dan membangun dunia, di mana kebenaran, serta para penyampai kebenaran, dapat hidup dengan aman.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jauhar-efendi-asistern-1-setda-prov-kaltim_1.jpg)