Iuran BPJS Kesehatan akan Naik, Begini Tanggapan Keluarga Pasien di Balikpapan

BPJS kesehatan sangat membantu ketika kita sakit, secara biaya tertolong, ia mengaku banyak keluarganya yang menderita sakit berat.

TRIBUNKALTIM.CO/ EVI ROHMATUL AINI
Joko Susilo (kiri) beserta kerabanya menunggu anaknya yang sedang dirawat di Instalasi Rawat Darurat RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Iuran BPJS Kesehatan akan Naik, Begini Tanggapan Keluarga Pasien di Balikpapan

"Tak apa-apa asal sesuai dengan fasilitasnya, yang masalah udah bayar mahal tapi fasilitas tidak memadai," ujar Joko Susilo saat ditemui Wartawan Tribun Kaltim di ruang tunggu IGD RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Kamis (3/10/2019)

Ia menilai, adanya BPJS kesehatan sangat membantu ketika kita sakit, secara biaya tertolong.

Puskesmas Siap Jadi Mitra PRB BPJS Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Para Driver Transportasi Online Maxim Ikut Peserta Jaminan Sosial

1.229 Tenaga Kontrak Masuk di PBI BPJS Kesehatan yang Ditanggung Pemkot Tarakan

Cegah Kecelakaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan Berikan 200 APD kepada Pekerja

"Membantu sekali, ibaratnya kita mencicil lebih dulu tidak sekaligus," imbuh pria kelahiran Solo.

Pasalnya hampir semua anggota keluarganya terkena penyakit berat.

Istrinya ada pembengkakan di pembuluh darah otaknya, anaknya yang pertama empedunya bocor, dan anak keduanya kini di rawat di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo.

Saat diwawancarai Wartawan Tribun Kaltim, dirinya sedang menunggu anaknya yang terkena penyakit komplikasi.

Menurut Joko Susilo, sebelumnya anaknya dirawat di RS Pertamina Balikpapan untuk dibedah, namun kondisi anaknya tidak memungkinkan.

"Pihak RS pertamina mensyaratkan anak saya harus bisa duduk, sedangkan dia cuma bisa tiduran, untuk pengambilan antrian tidak boleh diwakilkan," imbuhnya.

Kemudian dirujuk ke RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo untuk diberi pertolongan agar anaknya setidaknya bisa duduk sebelum dilakukan pembedahan.

Anaknya yang berusia 26 tahun itu menderita komplikasi jantung, paru-paru, ginjal, asam urat, kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Ia mengaku, dirinya ke rumah sakit ditemani menantu, adik ipar beserta suaminya.

Ia memilih di luar ruangan, sementara menantu dan adik iparnya menjaga anaknya di ruang rawat inap.

"Saya di luar saja, nggak tega lihat anak saya dengan keadaan seperti itu," tambah bapak 2 anak ini.

Anak bungsunya itu terbaring tak berdaya, sembari mengeluhkan kepalanya yang sakit akibat kolesterolnya yang tinggi.

BRM Minta Pemkot Balikpapan Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan Warga, Ini Tanggapan Wakil Ketua DPRD

Diberitakan sebelumnya, BRM Minta Pemkot Balikpapan Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan Warga, Ini Tanggapan Wakil Ketua DPRD

Kelompok masyarakat mengatasnamakan Barisan Rakyat Melawan (BRM) mendatangi ruang VIP kantor walikota Balikpapan, Rabu (2/10/2019).

Dalam pertemuan tersebut BRM meminta kepada walikota Balikpapan Rizal Effendi agar menggratiskan iuran BPJS Kesehatan.

Aspirasi kelompok masyarakat itu diterima oleh pemerintah dan perwakilan DPRD kota Balikpapan yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sabaruddin mengatakan perlu kajian lebih dalam lagi agar pemerintah dapat menggratiskan iuran BPJS kesehatan.

Sebab jika dihitung iuran dari kelas tiga sampai satu, pemerintah harus menggelontorkan dana sekitar Rp 1,3 triliun tiap tahunnya.

Jika dibandingkan dengan kabupaten Penajam Paser Utara menurutnya hal tersebut tidak cocok dilakukan di kota Balikpapan.

"Jangan dibandingkan dengan tetangga (PPU). Tetangga kita ini masyarakatnya 152 ribu. Katakanlah kelas 3 biayanya Rp 25 ribu. Kelas satu biayanya Rp 51 ribu.

Kelas 1, 85 ribu totalnya dari ketiga kelas itu Rp 150 ribu. Total 165 ribu. Kalau dikalikan total penduduknya kurang lebih Rp 24 miliar perbulan," ucap Sabaruddin.

Sementara itu populasi kota Balikpapan terhitung sekitar 700 ribu, maka biaya yang dikeluarkan untuk menggratiskan iuran BPJS lebih tinggi.

"Dikatakan pemerintah harus menanggung sekitar 1,3 triliun per tahun. Sementara APBD mengkover sekitar 1,9 triliun," kata Sabaruddin.

BPJS Ketenagakerjaan Edukasi Driver Ojol di Balikpapan, Beberkan Sederet Manfaat jadi Peserta

Puji Astuti Ambil Formulir Maju Pilkada 2020 di Demokrat, Singgung Wacana BPJS Kesehatan Gratis

Inisiatif Perisai BPJS Ketenagakerjaan Raih Apresiasi Innovation Recognition Award dari ASSA

Kanal Baru Layanan BPJS Kesehatan di Balikpapan, Kini Hadir di Kantor Disdukcapil hingga Kelurahan

Menurutnya yang harus diprioritaskan adalah anggota BPJS kelas tiga atau warga tidak mampu.

Sehingga pemerintah tidak menanggung beban pengeluaran yang hanya terfokus untuk membayar BPJS saja.

Berita sebelumnya kelompok masyarakat Barisan Rakyat Melawan mendatangi ruang VIP kantor walikota Balikpapan demi berdiskusi kepada walikota Balikpapan.

Selain itu kepala Dinas Kesehatan Kota, dan Kepala BPJS turut hadir dalam pertemuan tersebut. 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved