Horizzon
Merasionalisasi Dosa
Setiap ucapan selamat Idul Fitri, kita selalu menyambungnya dengan kalimat, mohon maaf lahir batin.
Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
Sikap mencuri waktu dari pekerjaan atas tanggungjawab yang harus diemban adalah benih benih korupsi yang tumbuh di hampir semua lingkungan kerja.
Bersikap tak komitmen pada aturan saat tidak diawasi oleh atasan, bekerja sekadar menggugurkan kewajiban tanpa memahami ujung dari goal sebuah pekerjaan adalah benih dari korupsi itu sendiri.
Baca juga: Mengeja Kalimantan Timur dari Pulau Atas
Pertanyaannya sekarang, ke mana alamat meminta maaf atas dosa-dosa yang sudah dirasionalisasi oleh mekanisme ego kita sendiri?
Bagaimana mungkin para koruptor akan meminta maaf atas perilakunya, sementara mereka tak menganggap perbuatannya sebagai sebuah dosa.
Termasuk kita, bukankah kita tak menganggap dosa pada hal-hal yang sudah kita rasionalisasi?
Jika sudah demikian, bukan permintaan maaf yang paling penting di momen Idul Fitri ini, merasa bersalah dan meningkatkan kepekaan dan mengurangi sikap rasionalisasi dari perspektif psikologi adalah lebih utama.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ibnu-taufik-juwariyanto-pemimpin-redaksi-tribun-kaltim.jpg)