Jumat, 12 Juni 2026

Horizzon

Welcome Home Isran Noor 

Bukan cuma-cuma, rekomendasi itu harus dibayar oleh Isran Noor dengan menasbihkan dirinya kembali menjadi kader partai yang pernah ditinggalkannya. 

Tayang:
Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
DOK TRIBUNKALTIM.CO
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Kita berharap langkah Isran Noor mengamankan tiket Demokrat adalah langkah positif untuk kontestasi pasangan petahana ini dan bukan justru menjadi langkah blunder. 

Kekhawatiran ini masih masuk akal, di mana dalam memastikan tiket Demokrat, Isran harus berstatus sebagai kader Demokrat, atau setidaknya diklaim demikian oleh Ketua Umum Partai Demokrat, AHY

Klaim ini tentu secara politik juga bisa berimbas ke sikap PDI Perjuangan yang notabene memiliki lebih banyak kursi di DPRD Kaltim.

Baca juga: Membaca Arah Pemikiran Rocky Gerung

Tentu tidak mungkin di Demokrat Isran mengaku sebagai kader Demokrat, sedangkan ketika di PDI perjuangan, ia juga mengaku sebagai kader PDi Perjuangan. 

Sementara hingga saat ini, PDI Perjuangan juga belum sekalipun memberikan arah politik yang jelas terkait Pilgub Kaltim 2024.

Beberapa kali dikonfirmasi, PDI Perjuangan menjawab dengan ambigiusitas dan hanya mengatakan tidak ingin Pilgub Kaltim 2024 adalah calon tunggal. 

Secara politis, PDI Perjuangan juga tengah dalam kondisi yang 'tidak baik-baik saja' setelah ditinggalkan kader yang telah dibesarkannya, yaitu Joko Widodo.

Manuver politik Jokowi di Pilpres lalu tentu sangat membekas bagi PDI Perjuangan dan itu akan menjadi landasan bagi sikap politik PDI Perjuangan dalam kontestasi Pilkada serentak 2024 kali ini. 

Baca juga: Satu Menit Empat Puluh Tujuh Detik

Tak mudah tentu bagi PDI Perjuangan yang memiliki lebih banyak kursi justru menjadi partai yang mendukung kader parpol lain yang jumlah kursinya lebih sedikit.

Jika pun langkah tersebut diambil oleh PDI Perjuangan, butuh alasan yang kuat sehingga PDI Perjuangan tak dianggap 'kalah.'

Atau boleh jadi, untuk merayu PDI Perjuangan, setelah Isran menjadi kader Demokrat, maka wakilnya, Hadi Mulyadi yang hingga saat ini tercatat sebagai kader Partai Gelora harus berganti baju PDI Perjuangan

Politik memang pelik, namun itulah fakta yang terjadi dalam dunia politik. Kawan bisa jadi lawan, lawan bisa jadi lawan dan seterusnya.

Dalam politik tak ada yang abadi, kecuali kepentingan yang abadi. 

Baca juga: Benarkah Kaltim jadi Tuan Rumah IKN?

Kita berharap, Isran-Hadi dengan segala kerumitannya bisa melewati ini semua.

Partai Demokrat sudah dipegang dan tinggal langkah terakhir untuk menaklukkan hati Megawati Soekarnoputri, pemegang hak prerogatif PDI Perjuangan di kontestasi Pilkada Kaltim 2024

DPD PDI Perjuangan sejak Juli 2024 lalu juga sudah memerjuangkan pasangan ini untuk memeroleh tiket dari DPP.

Itu adalah modal awal yang semoga cukup bagi Isran Noor untuk menjaga asa bisa ikut dalam kontestasi di Pilkada Kaltim 2024.

Semoga ucapan AHY yang menyambut Isran dengan "Welcome Home Pak Isran" adalah langkah positif, bukan justru menjadi ganjalan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved