Selasa, 19 Mei 2026

OPINI

Menertawakan Diri Sendiri – Bagian 2

Kisah yang saya ceritakan ini sudah berlangsung cukup lama, namun jika mengingat-ingat kejadian tersebut membuat saya tertawa sendiri.

Tayang:
Editor: Sumarsono
Grafis Tribun Kaltim/Canva/HO
Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim/Mantan Camat Babulu dan Penajam/ mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim/mantan Pjs. Bupati Kutai Timur. 

Oleh: Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps

TRIBUNKALTIM.CO - Kisah yang saya ceritakan ini sudah berlangsung cukup lama, namun jika mengingat-ingat kejadian tersebut membuat saya tertawa sendiri.

Tepatnya menertawakan diri sendiri. Berikut pada bagian kedua ini kisahnya saya ceritakan kembali dalam dua episode.

Episode Pertama : Memanggil Tukang Kunci, Padahal Kunci Ada di Dalam Saku Celana

Peristiwa ini terjadi ketika menjemput anak bungsu saya yang mau pulang sekolah dari Taman Kanak-kanak Negeri yang berlokasi di Kompleks Perumahan Vorvoo, Samarinda.

Sementara itu, saat ini anak saya sudah kuliah dan telah berusia 20 tahun.

Berarti peristiwa tersebut setidaknya sudah terjadi 15 tahun yang lalu, ketika anak saya, Nabiel Alghifari Effendi masih berusia 5 tahun.

Kejadian tersebut pada hari Sabtu. Kenapa saya ingat peristiwa tersebut pada hari Sabtu? Karena saya hanya bisa menjemput anak ketika libur kantor.

Saat menjelang waktu kepulangan, ibu-ibu, juga ada bapak-bapak (walaupun hanya minoritas) yang jemput, bukan hanya menunggu di pintu gerbang keluar sekolah, tetapi mereka berkumpul dan jemput bola sampai ke kelas anak-anak mereka belajar di kelas.

Baca juga: Menertawakan Diri Sendiri - Bagian 1

Bahkan, ada yang antar dan langsung jemput tanpa pulang dulu ke rumah. Ibu-ibu banyak yang menyaksikan proses belajar anak di kelas. Tentu lebih banyak permainan daripada belajar. Namanya juga anak Taman Kanak-kanak.

Saat saya dan anak sudah keluar kelas menuju tempat parkir motor, saya ambil kunci motor di saku celana. Saya rogoh saku di sisi kanan, tidak ketemu.

Saya coba rogoh di  saku celana sebelah kiri, juga gak ketemu. Saya rogoh lagi di saku celana untuk memastikan sekali lagi, tetap gak ketemu.

Saya coba melakukan pengecekan rute setelah motor saya parkir, saya pergi ke titik mana saja.

Saya ingat-ingat rute tersebut dan saya telusuri, barangkali jatuh, hasilnya tetap nihil. Saya kembali lagi ke tempat parkiran motor, barang kali jatuh di sekitar motor, tetap tidak ketemu.

Melihat saya bolak balik ke tempat parkiran motor, seorang Ibu dari salah satu murid TK, bertanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved