Rabu, 20 Mei 2026

OPINI

Menertawakan Diri Sendiri – Bagian 2

Kisah yang saya ceritakan ini sudah berlangsung cukup lama, namun jika mengingat-ingat kejadian tersebut membuat saya tertawa sendiri.

Tayang:
Editor: Sumarsono
Grafis Tribun Kaltim/Canva/HO
Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim/Mantan Camat Babulu dan Penajam/ mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim/mantan Pjs. Bupati Kutai Timur. 

Sesampainya di rumah, seperti biasa saya melakukan aktifivitas sehari-hari layaknya seorang remaja pada masa itu.

Nah di malam hari, ketika ayah saya melihat di tempat naruh sepeda motor maupun sepeda, tidak melihat sepeda motor saya. Lalu ayah menanyakan, ”mana sepeda motormu?”.

Barulah saya menyadari, bahwa motor saya tertinggal di sekolahan. Terpaksa keesokan harinya, saya harus naik colt.

Pulangnya baru naik sepeda motor Suzuki GT 125 kesayangan saya.

Baca juga: BPSDM Kemendagri Gelar Rakornas SDM Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri 2025 di Balikpapan

Dari kisah tersebut, di saat usia senja seperti sekarang ini, saya menyadari ternyata dari masa muda pun saya termasuk orang yang mudah lupa (pelupa).

Moga saja tidak lupa menyiapkan ”bekal untuk hidup sesudah mati”. Karena kata Imam Al-Ghazali (1058-1111), ”yang paling dekat dengan kita adalah kematian”.

Sudahkah para pembaca menyiapkan bekal untuk hidup sesuah mati? Hidup di dunia ini hanya sementara.

Sedangkan akhirat selamanya. Tak ada satupun perbuatan manusia yang bisa melepaskan diri dari pertanggungjawaban kelak di Yaumil Mahsyar.    (*)

 

*) Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim/Mantan Camat Babulu dan Penajam/ mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim/mantan Pjs. Bupati Kutai Timur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved