Senin, 18 Mei 2026

Salam Tribun

Rupiah Melemah: Dolar tak Ada di Desa

Dampak krisis ekonomi global akibat konflik Iran vs AS membuat harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.

Tayang:
Penulis: Sumarsono | Editor: Rita Noor Shobah
DOK PRIBADI
PEMRED TRIBUN KALTIM - Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Saat rupiah anjlok, biaya produksi pertanian melonjak drastis.

Petani dipaksa modal besar, namun harga jual panen mereka sering kali ditekan oleh tengkulak atau pasar yang kebanjiran komoditas impor.

Bagi ibu-ibu di desa, mereka tidak peduli berapa kurs dolar terhadap rupiah hari ini, yang mereka peduli adalah mengapa harga minyak goreng, tempe, dan mi instan tiba-tiba naik.

Ketika rupiah melemah, "inflasi yang diimpor" (imported inflation) ini menyelinap masuk ke dapur-dapur desa melalui barang-barang kebutuhan pokok harian.

Waspadai Dampak Impor

Pengamat Ekonomi Universitas Borneo Tarakan Dr Margiyono memberikan perspektif berbeda terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat ini telah melampaui Rp17 ribu.

Menurutnya nilai tukar rupiah atas dolar naik tidak berdampak selama stok pangan tersedia berdampak inflasi stabil. Namun yang perlu diwaspadai adalah dampaknya terhadap impor.

Kondisi ekonomi saat 1998 dan 2026 memang berbeda.

Kemampuan ekonomi saat ini menghadapi pelemahan rupiah cukup kuat.

Saat krisis monetar 1998, rupiah berada pada kisaran Rp16.000 lebih. Dan diwarnai beberapa variabel ekonomi yang memang boleh dikatakan relatif berisiko atau rapuh.

Sementara kondisi saat ini, meskipun rupiah berada pada level  Rp17.000-Rp17.600-an, pertumbuhan ekonomi positif yaitu 5,61 persen. 

Sehingga jika inflasi inti itu terus terjaga artinya tidak ada persoalan dengan pangan karena produksinya terus berjalan sementara permintaannya juga terus berjalan.

Tekanan terhadap mata uang itu tidak hanya dialami oleh rupiah, tetapi hampir semua mata uang terhadap dolar.

Nah berbeda tadi kalau pada krismon (krisis moneter) tahun 1998 kan hanya Indonesia dengan Thailand. 

Seperti yang disampaikan Presiden, dolar dalam kondisi apapun dolar itu selalu menguat.

Jadi misalnya kondisinya saat ini ekonomi Amerika itu juga tidak baik-baik saja.  

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved