Selasa, 19 Mei 2026

Salam Tribun

Rupiah Melemah: Dolar tak Ada di Desa

Dampak krisis ekonomi global akibat konflik Iran vs AS membuat harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.

Tayang:
Penulis: Sumarsono | Editor: Rita Noor Shobah
DOK PRIBADI
PEMRED TRIBUN KALTIM - Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Oleh: Sumarsono, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim/TribunKaltim.co

DAMPAK krisis ekonomi global akibat konflik Iran vs Amerika Serikat membuat harga bahan bakar minyak (BBM)  naik dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat makin lemah.

Sejumlah kalangan, ekonom dan pelaku usaha menyebut, rupiah yang terus melemah hingga titik terendah, 17.602,95 per Minggu (17/5) kemarin dikhawatirkan bisa memicu krisis ekonomi di negeri ini. 

Namun, Presiden Prabowo Subianto menepis kekhawatiran tersebut.

Presiden tetap optimistis, meski nilai tukar rupiah anjlok sangat dalam, perekonomian Indonesia tetap aman. 

"Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar "Indonesia akan collapse, akan chaos"... Orang rakyat di desa enggak pake dolar kok," kata Presiden Prabowo saat peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).  

"Mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa nggak pakai dolar," tambahnya. 

Orang nomor 1 di Republik Indonesia ini juga memastikan bahwa kondisi fundamental Indonesia masuk kuat, meskipun pelemahan mata uang rupiah jelas berdampak pada kalangan yang bertransaksi menggunakan dolar.

Bisa jadi benar “omon-omon” Presiden, bahwa masyarakat pedesaan tidak mengenal dolar.

Secara kasat mata, yang terdampak anjloknya nilai tukar rupiah, hanyalah kelompok masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi internasional.

Baca juga: 5 Pernyataan Prabowo soal Rupiah Anjlok: Sebut Warga Desa Tak Pakai Dolar, Sentil Titiek Soeharto

Dampak terbesar pelemahan rupiah akan dirasakan pada transaksi bahan baku industri, perjalanan luar negeri, hingga sektor usaha yang menggunakan komponen impor dalam jumlah besar. 

Benarkah, masyarakat desa tidak terpengaruh merosotnya rupiah?

Kalau ditanya, apakah orang desa menggunakan dolar, tentu jawabnya tidak.

Namun, masyarakat desa, para petani sangat terdampak ketika dolar naik.

Karena komponen utama pupuk non-subsidi dan pestisida diproduksi menggunakan bahan baku impor yang dibeli dengan dolar.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved