Salam Tribun
Rupiah Melemah: Dolar tak Ada di Desa
Dampak krisis ekonomi global akibat konflik Iran vs AS membuat harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.
Penulis: Sumarsono | Editor: Rita Noor Shobah
Mengapa dolar menguat? Karena sebenarnya itu kalau kita pahami dalam perspektif yaitu persepsi begitu, jadi ekonomi itu sebenarnya walaupun itu adalah angka-angka dan semuanya adalah kejadian real, tetapi dalam pondasi tertentu ekonomi itu ia berdiri atau berada di atas persepsi.
Nah persepsinya orang seluruh muka bumi atau global sekarang itu menganggap dolar itu kuat.
Namun dalam hal ini, memang ada dampak negatifnya yang dirasakan bahwa jika nilai rupiah melemah berarti harga barang impor menjadi lebih tinggi.
Dan itu yang mesti diwaspadai karena jika tidak diwaspadai maka nanti akan mengakibatkan impor barang menjadi mahal, sehingga akan mengerek harga untuk produk-produk yang menggunakan impor resort-oriented.
Rupiah bisa saja melemah, tapi fundamental ekonomi Indonesia saat ini diyakini masih kuat.
Percayalah “omon-omon” Presiden Prabowo: Rakyat di pedesaan tidak mengenal dolar..! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250414_Sumarsono-Pemimpin-Redaksi-Tribun-Kaltim.jpg)