Pemangkasan Dana Transfer Daerah
Akademisi Unmul Kritik Pemangkasan TKD, Program MBG Dianggap Timbulkan Ketimpangan Daerah
Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah sebesar 75 persen dinilai sebagai tanda kembalinya sistem pemerintahan sentralistik
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Menurutnya Dosen FISIP UNMUL pemotongan anggaran ini memberikan tantangan besar bagi pemerintah daerah di Kaltim untuk memenuhi janji-janji kampanye para kepala daerah dan melanjutkan program-program pembangunan yang telah direncanakan.
Maka anggaran yang terbatas, kepala daerah harus melakukan efisiensi besar-besaran, yang berisiko mengorbankan program-program penting lainnya di daerah.
"Ini sebuah kemunduran di era pemerintahan hubungan pemerintah pusat dan pemerintahan daerah ini harus kepala daerah bereaksi lebih keras," pungkasnya. (*)
| Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Beri Sinyal Anggaran Tahun Depan Berpotensi Susut Lagi |
|
|---|
| Bupati Berau Sampaikan Pemangkasan Dana Transfer di Hadapan Kepala Kampung |
|
|---|
| OJK Kaltimtara Ingatkan Pemda Tidak ‘Hutang’ untuk Tutupi Defisit Anggaran Imbas Pemotongan TKD |
|
|---|
| Ketua DPRD Kutim Soroti APBD 2026, Penyesuaian Rp615 Miliar hingga Kurang Salur Pusat |
|
|---|
| TKD Kaltim 2026 Dipotong Rp6 Triliun, Dishub Bidik PAD dari Jasa Tambat Kapal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251008_Saipul-Bachtiar-Dosen-FISIP-UNMUL.jpg)