Tribun Kaltim Hari Ini
Sopir Truk Batu Bara Minta Solusi Pemerintah Imbas Kendaraan Mereka Dicegat Warga Batu Sopang Paser
Aksi pengadangan truk angkutan batu bara oleh masyarakat di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, masih terus berlangsung.
Serahkan ke Pusat dan Provinsi
Menyikapi permasalahan terkait hauling batu bara dengan di Kecamatan Batu Sopang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser akan membawa masalah tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.
Masalah yang terjadi dalam sepekan terakhir, sejumlah masyarakat di Kecamatan Batu Sopang menolak adanya aktivitas angkutan batu bara yang melintas di jalan provinsi. .
Bupati Paser, Fahmi Fadli menegaskan setiap orang mestinya menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Masalah itu akan kami bawa ke tingkat yang lebih tinggi, karena memang kami tidak punya kewenangan sama sekali untuk melakukan penindakan di lapangan," terang Fahmi, Senin (1/1/).
Baca juga: 4 Fakta Truk Batu Bara yang Melintas di Jalan Umum Paser, Warga Resah karena Harus Bertaruh Nyawa
Langkah kongkrit yang dilakukan Pemkab Paser ialah, dengan melakukan koordinasi dalam membahas persoalan tersebut kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi.
"Khusus untuk penanganan masalah pengangkutan batu bara ini, sudah kami komunikasikan langsung kepada gubernur," tandasnya.
Dishub Paser telah melakukan koordinasi serupa kepada Dishub Kaltim dan Balai Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim di Balikpapan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pemerintahan Adi Maulana menyebutkan koordinasi yang dilakukan dimaksudkan untuk memastikan adanya tindakan dari pihak yang memiliki kewenangan.
"Tentu pihak yang memiliki kewenangan menegakkan aturan yang menindak yaitu pemerintah pusat dan provinsi, jangan menyerahkan penanganannya ke daerah," jelas Adi.
Adi menilai, penyelesaian persoalan tersebut tidak bisa dilimpahkan oleh Dishub Provinsi Kaltim ke Pemkab Paser. Terlebih komunikasi yang dilakukan sebelumnya kepada Pemda untuk melakukan tindakan, belum bisa dilaksanakan karena hanya penyampaian secara lisan.
"Tentu kita berempati terhadap masalah yang ada, namun Pemda juga harus berhati-hati agar kebijakan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan aturan yang ada. Jadi, kami ingin menyelesaikan masalah ini dengan tetap berpegang pada aturan," kata Adi.
Sekedar diketahui, sebelumnya Bupati Paser Fahmi Fadli bersama Kapolres Paser AKBP Yusep Dwi Prastiya beserta kepala OPD terkait telah melakukan pertemuan dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Paser, dalam membahas mengenai persoalan hauling batu bara di Kecamatan Batu Sopang.
(*)
Ikuti saluran Tribun Kaltim di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaAdSxwHVvTbruIloW3H
Ikuti kami di Google Berita untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240102_hl-tribun-kaltim.jpg)