Horizzon
Keadilan untuk Waluyo yang Pasti jadi Kontroversi
Mereka datang untuk menuntut keadilan terhadap apa yang dialami oleh Waluyo, istri dan ketiga anak Waluyo yang menjadi korban pembunuhan sadis
Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
Oleh: Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim
LUGAS saja, pancaran dendam masih terpancar dari raut muka Putut Sunaryo dan keluarga besarnya ketika ditemui di Pengadilan Negeri Penajam Paser Utara, Selasa (27/2/2024) siang. Bahkan ketika diminta cerita tentang apa yang dialami Waluyo, kakaknya yang dibunuh bersama istri dan ketiga anak Waluyo, bibir Putut tampak bergetar menahan amarah.
Siang itu di suasana panas yang cukup terik, Putut Sunaryo dan keluarga besarnya berikut para tetangganya dari Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu datang ke pengadilan yang jaraknya sekira 1,5 jam.
Mereka datang untuk menuntut keadilan terhadap apa yang dialami oleh Waluyo, istri dan ketiga anak Waluyo yang menjadi korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Junaedi, tetangga kampungnya yang siang itu menjalani sidang perdana di PN Penajam.
Tak perlu dikisahkan ulang bagaimana sadisnya pembunuhan terhadap keluarga Waluyo ini.
Lima nyawa dihabisi dalam keadaan tak berdaya lantaran seluruh korban dalam keadaan tidur, terkecuali Waluyo yang dihabisi saat ia masuk ke dalam rumahnya.
Dari hasil visum, pelaku tidak hanya sekadar ingin menghabisi nyawa korban.
Baca juga: Pesan Krusial dari Babulu
Dari pemeriksaan dokter diketahui bahwa dari kelima korban pembunuhan ini, rata-rata mengalami luka yang cukup serius yang berulang, yang artinya tidak sekali pukul.
Ada energi lain yang patut dicurigai ada pada diri pelaku saat menghabisi nyawa para korbannya.
Tak hanya itu, dua korban kasus pembunuhan di Babulu Laut ini, yaitu istri Waluyo dan anak gadisnya yang masih berusia 15 tahun juga mengalami kekerasan seksual usai mereka dibunuh.
Inilah alasan kuat yang harus dipahami sehingga Putut Sunaryo, berikut keluarga besarnya plus para tetangga kampungnya dari Babulu Laut setia mengikuti persidangan untuk memastikan almarhum Waluyo, istri dan ketiga anaknya mendapatkan keadilan.
“Kami minta pelaku dihukum mati!” kata Putut dan anggota keluarga lainnya kompak.
Baca juga: Waktu Balas Dendam
Mereka bahkan mengaku, apabila ada hukuman lain yang lebih berat dari hukuman mati, mereka meminta itu dijatuhkan kepada pelaku.
Menurut keluarga Waluyo, hukuman mati terhadap pelaku ini bahkan belum adil.
Mereka tahu Waluyo, istri dan anak-anak Waluyo dihabisi dengan cara sangat-sangat kejam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ibnu-taufik-juwariyanto-pemimpin-redaksi-tribun-kaltim.jpg)