Berita Kaltim Terkini

Dianggap Simbol Budaya Kalimantan Timur, Komisi IV DPRD Kaltim Sambangi Museum Mulawarman di Kukar

Komisi IV DPRD Kaltim berkunjung ke Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ), Provinsi Kalimantan Timur.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SAPRI MAULANA
Komisi IV DPRD Kaltim berkunjung ke Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ), Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu 13 Januari 2021. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONGKomisi IV DPRD Kaltim berkunjung ke Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ), Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu 13 Januari 2021.

“Karena kami menganggap Museum Mulawarman adalah simbol budaya Kaltim, dan kita tau semua bahwa salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur ini yang di ketahui masyarakat se-Nasional adalah salah satunya adalah Museum Mulawarman,” ungkap Ketua Komisi IV Rusman Yaqub.

Komisi IV, kata Rusman, mempelajari tata kelola dan menyerap aspirasi langsung dari pengelola Museum Mulawarman.

”Saya kira di sini perlu ada gedung teater mini yang bisa memberikan edukasi secara visual, sejarah terbentuknya kerajaan Kutai dan lain sebagainya,” ungkap Rusman kepada TribunKaltim.co.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kaltim Minta Pemerintah Segera Bangun Infrastruktur Penunjang IKN, Terutama Pangan

Baca juga: Anggota DPRD Kaltim Sebut Ekonomi di PPU Miliki Potensi Besar Jika Jadi Ibu Kota Negara

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo Inginkan Segera Bangun Infrastruktur Penunjang Ibu Kota Negara

Baca juga: DPRD Kaltim Ungkap Ada Tambahan 51 Warga Tuntut Ganti Rugi di Jalan Tol, Awalnya Hanya 10 Orang

“Termasuk mungkin kita visualisasi bagaimana pengelolaan sumber daya alam misalnya Minerba, selama ini Kaltim kan identik dengan itu,” lanjutnya.

Banyak hal lainnya, kata Rusman, seperti memvisualisasikan pementasan seni budaya yang berdimensi Kaltim.

Baca juga: Digelar Malam Ini, DPRD Kaltim Gelar Rapat Paripurna Pengesahan APBD 2021

Baca juga: Calon Walikota Samarinda Ucapkan Selamat Kepada Anggota Baru DPRD Kaltim, Mahyunadi dan Andi Lengser

Rusman berharap, pembangunan nilai budaya jangan hanya di atas kertas, hanya sekedar tulisan belaka.

Melainkan ada langkah konkret dalam keberpihakan melalui program dan pengalokasian anggaran program.

Baca juga: Gali Potensi Wisata di Paser, Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pemkab Perbaiki Infrastruktur

Baca juga: Bahas Pembebasan Lahan di Jalur Tol, Besok DPRD Kukar Terima Kunjungan DPRD Kaltim

Baca juga: Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK Inginkan Kepala Daerah Turut Mendampingi Kegiatan Reses Anggotanya

“Kita selama ini mengabaikan pembangunan nilai budaya. Pendidikan jalan tapi budayanya tertinggal, padahal itu berseiringan,” kata Rusman.

Pendidikan tanpa budaya atau budaya tanpa pendidikan tidak mungkin akan berjalan.

"Kami Komisi IV DPRD Kaltim akan konsen terhadap itu. Masalahnya sekarang ada di pemerintah. Karena mereka seringkali tidak peka terhadap persoalan budaya,” kata Rusman.

Plafon Museum Mulawarman Rusak

Berita sebelumnya. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bakal membenahi gedung Museum Mulawarman Tenggarong yang beberapa plafonnya rusak dan jebol.

Ia berharap perbaikan museum bisa digelontorkan lewat APBD Provinsi.

"Mudah-mudahan mendapat tanggapan juga dari teman-teman para anggota Dewan karena di mana-mana seluruh dunia museum itu harus dipelihara dan diperbaiki," ujar Awang dijumpai usai Pembukaan Erau di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (22/7/2018).

Tak hanya Museum Mulawarman, Gubernur Awang berharap semua museum di wilayah Kaltim, termasuk Bulungan, bisa dibenahi.

"Di Bulungan kita bangun (museum), Berau dan Paser juga dibangun sehingga masyarakat mengenal bahwa dulu di sana ada Kerajaan Bulungan, Kerajaan Paser dan Kerajaan Kutai dan saya kira itu bagus," ucapnya.

Baca: Mitra Kukar vs Persija Jakarta, Berikut Prakiraan Susunan Pemain Jelang Kick Off

Diberitakan sebelumnya, sekitar 750 koleksi Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur Mulawarman rusak parah di gudang.

Seluruhnya ada 3.000-an koleksi museum, termasuk peninggalan Kerajaan Kutai, teronggok di lantai gudang.

Plafon di gudang rusak dan jebol. Sehingga gudang itu sering bocor karena diguyur hujan.

Baca juga: UPTD Taman Budaya Kaltim Gelar Pameran Seni Rupa, Pihak Museum Mulawarman Tampilkan Perajin Anjat

Baca juga: Pergelaran Seni Meriahkan Kuliah Perdana ISBI Kaltim di Museum Mulawarman

Banyak koleksi rusak, terutama koleksi dari kain dan bahan organik seperti kayu untuk miniatur rumah tradisional hancur terkena air.

"Kerusakan yang parah sekitar 25 persen dari 3.000-an koleksi di gudang saat ini," kata Tanto Kusneri, Kepala Museum Mulawarman melalui Kasi Konservasi dan Preparasi Museum Mulawarman, Zularfi.

Sedangkan gedung baru museum yang selesai dibangun 2013 belum bisa digunakan.

Hasil kajian tim konstruksi Dinas PU Kaltim menyatakan gedung yang menelan anggaran Rp 40 miliar tersebut tidak layak.

Baca: Libur Lebaran, Pengunjung Museum Sejarah di Kota Tua Membludak

Baca juga: Museum Mulawarman, Mau Dibawa Kemana?

Baca juga: Uya Kuya dan Cinta Kunjungi Museum Mulawarman

Gedung A yang semula digunakan untuk ruang pamer ribuan koleksi museum malah tak terpakai. Kondisinya sangat buruk. Beberapa plafon jebol dengan lubang menganga.

Serpihan plafon berserakan di lantai. Padahal, beberapa vitrin atau lemari pajang sudah tersedia di sekeliling ruang.

Zularfi sudah melaporkan kondisi gedung museum yang rusak ke pihak provinsi tiap tahun.

"Kepala Dinas Pendidikan (Kaltim) memberikan harapan tahun ini akan dimintakan lewat APBD-P," tuturnya.

Baca juga: Gedung PMI Kukar Pindah ke Samping Museum Mulawarman

Baca juga: VIDEO - Menelusuri Jejak Sejarah Kutai dari Museum Mulawarman

Baca juga: Nanti Malam Museum Mulawarman Tenggarong Runtuh?

Museum ini memiliki koleksi keramik paling lengkap dibandingkan museum provinsi lainnya di Indonesia. Koleksi keramiknya mencapai 800 unit, termasuk guci, cangkir, piring dan mangkuk.

Beberapa keramik berusia lebih dari 500 tahun peninggalan Dinasti Ming, Chin dan Song.

Ia menyayangkan, kalau museum kebanggaan Kaltim ini kehilangan data dan obyek koleksi lantaran tidak tersedia ruang pamer dan gudang yang layak.

Baca juga: BREAKING NEWS - Persiapan Prosesi Belimbur, Warga Sudah Padati Museum Mulawarman

Baca: Hadiri Peresmian Gerai Markobar Gibran Rakabuming, Hotman Paris Sebut Tak Cari Koneksi

Secara keseluruhan, jumlah koleksi museum mencapai 5.373 unit.

Sedangkan saat ini ada 2.300 koleksi dipajang di ruang pamer museum lama, selebihnya menumpuk di gudang.

Sebenarnya koleksi museum di gudang pernah dipindahkan ke gedung baru.

Baca juga: Alasan Status Kesehatan, Bupati Kukar Edi Damansyah tak Divaksin Sinovac, Hanya 10 Tokoh Saja

Baca juga: Jelang Pemberian Vaksin Sinovac kepada 10 Tokoh Kukar, Pemkab Gelar Simulasi di RSUD AM Parikesit

Baca juga: Untuk Kaltim, Vaksinasi Massal Hanya Digelar Samarinda dan Kukar, Besok 10 Tokoh Masyarakat Divaksin

Tapi karena gedung baru dipakai untuk ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) sehingga koleksinya dikembalikan ke gudang dalam kondisi seperti sekarang.

"Kalau hujan lantainya tergenang air karena plafonnya jebol," tuturnya. 

( TribunKaltim.co/Sapri dan Taufik )

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved